Ingin sambungan pipa HDPE yang cepat, rapi, dan tanpa mesin las? Compression fitting adalah jawabannya. Di bawah ini adalah daftar aksesoris berdasarkan list yang kamu lampirkan—tanpa menyinggung harga—lengkap dengan fungsi, kapan dipakai, dan tips pemasangan agar anti bocor dan tahan tekanan.
Apa itu compression fitting?
Sistem sambungan mekanis untuk pipa HDPE yang mengandalkan nut pengunci, grip ring, dan O-ring. Umumnya material: body PP (polypropylene), grip ring POM/Acetal, O-ring NBR/EPDM. Banyak seri yang rated PN16 @ 20 °C (cek spesifikasi merek yang kamu gunakan). Keunggulan utama:
- Tanpa listrik/mesin (dibanding butt fusion/electrofusion)
- Reusable (bisa dibuka-pasang ulang)
- Instalasi cepat: cocok untuk proyek kecil–menengah, perbaikan darurat, atau jaringan sementara
Baca: Harga Pipa HDPE, Harga Mesin Las Pipa HDPE, Harga Fittings Compression HDPE, Harga Fittings Butt Fusion HDPE
Daftar aksesoris & fungsinya
Rentang ukuran paling umum di pasaran untuk fitting kompresi: Ø20–Ø110 mm.
1) Coupler / Straight Joint
- Fungsi: Menyambung dua batang pipa HDPE dengan diameter sama dalam satu garis lurus.
- Kapan dipakai: Penyambungan roll ke roll/batang; perbaikan kebocoran di titik potong.
2) Elbow 90°
- Fungsi: Mengubah arah aliran 90 derajat.
- Kapan dipakai: Belokan di sudut rumah pompa, tikungan trench, atau menghindari halangan.
3) Tee (Equal / Reducing Tee)
- Fungsi: Membuat cabang T dari pipa utama ke pipa cabang; versi reducing untuk beda diameter.
- Kapan dipakai: Distribusi ke beberapa blok/line irigasi, percabangan ke water meter.
4) Reducer (Reducing Coupler)
- Fungsi: Menghubungkan dua pipa dengan diameter berbeda secara inline.
- Kapan dipakai: Transisi dari header besar ke pipa servis yang lebih kecil.
5) Reducer Tee
- Fungsi: Tee dengan cabang lebih kecil dari pipa utama (menghemat satu adaptor).
- Kapan dipakai: Titik tapping berulang dengan diameter cabang seragam.
6) Female Thread Adaptor (FTA)
- Fungsi: Mengubah ujung pipa HDPE menjadi ulir dalam (BSP female).
- Kapan dipakai: Sambung ke valve/alat berulir luar: stop kran, water meter, pompa.
7) Male Thread Adaptor (MTA)
- Fungsi: Mengubah ujung pipa HDPE menjadi ulir luar/
- Kapan dipakai: Masuk ke socket atau perangkat dengan ulir dalam.
8) Female Thread Elbow
- Fungsi: Elbow 90° dengan ulir dalam di salah satu sisi.
- Kapan dipakai: Belokan menuju valve/instrumen berulir. Menghemat satu adaptor + satu elbow.
9) Male Thread Elbow
- Fungsi: Elbow 90° dengan ulir luar di salah satu sisi.
- Kapan dipakai: Menyambung langsung ke fitting/alat yang berulir dalam di area sudut sempit.
10) Female Thread Tee
- Fungsi: Tee dengan cabang ulir dalam.
- Kapan dipakai: Titik tapping ke alat/aksesori berulir (pressure gauge, valve kecil).
11) End Cap
- Fungsi: Menutup ujung pipa sementara/permanen.
- Kapan dipakai: Uji tekanan (hydrotest), terminasi line sementara, dead-end jaringan.
12) Flange Adaptor
- Fungsi: Menghubungkan pipa HDPE ke sambungan flange (butterfly valve, foot valve, pompa, hydrant).
- Kapan dipakai: Saat bertemu peralatan flanged atau jaringan existing non-HDPE.
13) Clamp Saddle (Service Saddle)
- Fungsi: Membuat tapping pada pipa utama tanpa memotong pipa; outlet umumnya ½″–2″.
- Kapan dipakai: Cabang servis rumah/irigasi dari mainline besar (Ø32–Ø315 mm umum di pasaran).
- Catatan: Pilih saddle sesuai OD main, ukuran ulir outlet, serta tebal pipa (SDR).
14) Tapping Ferrule
- Fungsi: Aksesori tapping yang dilengkapi ferrule (biasanya ke ulir ½″–1″).
- Kapan dipakai: Pemasangan sambungan servis yang butuh koneksi cepat dan rapi.
15) Ball Valve (Compression Ball Valve)
- Fungsi: Kran bola yang sudah ber-ending compression (plug-and-play di pipa HDPE).
- Kapan dipakai: Isolasi zona, shut-off cepat di jaringan rumah, kebun, atau panel pompa.
Cara memilih ukuran & kompatibilitas
- Samakan OD pipa dengan ukuran fitting (contoh: pipa Ø32 → fitting Ø32).
- Perhatikan SDR pipa: pipa SDR11 (tebal) vs SDR17 (lebih tipis) memengaruhi grip; gunakan fitting ber-range yang mendukung OD sesuai standar ISO 4427.
- Tekanan kerja: banyak compression fitting PN16; verifikasi pada datasheet jika dipakai di sistem bertekanan tinggi/temperatur >20 °C.
Tips pemasangan anti bocor
- Potong lurus (pipe cutter), chamfer ±15° di ujung pipa.
- Beri tanda kedalaman masuk (insertion depth) agar O-ring duduk sempurna.
- Bersihkan debu & serpihan; lumasi tipis O-ring (food-grade grease) bila perlu.
- Kencangkan nut: tangan dulu sampai mentok, lanjut strap wrench ±¼–½ putaran. Hindari over-torque.
- Uji tekan sebelum backfilling.
Contoh aplikasi
- Jaringan air bersih rumah/gedung kecil: FTA/MTA untuk sambung water meter & kran, Tee untuk percabangan lantai.
- Irigasi & perkebunan: Clamp Saddle + valve untuk tapping sprinkler/drip, Reducer untuk transisi header ke pipa lateral.
- Industri ringan/proyek sementara: Coupler & End Cap untuk perbaikan cepat, Flange Adaptor menuju valve industri.
FAQ singkat
Apakah compression fitting bisa dipakai ulang?
Bisa. Pastikan O-ring tidak rusak; ganti bila aus.
Beda Coupler vs Reducer?
Coupler menyambung diameter sama; Reducer untuk beda diameter.
Pilih Clamp Saddle atau Reducer Tee?
Clamp Saddle untuk tapping di pipa existing tanpa memotong. Reducer Tee dipakai saat merakit jaringan baru (potong & pasang Tee).
